BeritaInovasiTeknologi

Lulusan SD, Kakek Ini Temukan Alat Pendaur Ulang Sampah Menjadi BBM

Luar biasa! Lulusan SD ini mampu menciptakan alat canggih diberi nama destilator. Adalah Muryani (59) yang mampu mengubah sampah plastik menjadi tiga jenis bahan bakar minyak (BBM) dengan alat destinator. 3 Jenis BBM itu premium, solar dan minyak tanah.

Berbekal ilmu yang diajarkan ayahnya, jika semua plastik mengandung gas, kakek 7 cucu ini berpikir keras untuk merakit alat tersebut. Apalagi pekerjaannya sebagai petugas kebersihan, dengan mudah mendapat sampah plastik sebagai bahan percobaan.

Setelah bereksperimen berulang kali, akhirnya terciptalah destilator. Alat sederhana, namun hasilnya luar biasa.

“Tahun 2009 alat ini bekerja sesuai yang saya harapkan. Bisa mendaur ulang sampah plastik jadi tiga jenis bahan bakar,” jelas Muryani ditemui di tempat kerjanya, Selasa (7/11/2017).

Di bank sampah Jalan Joyo Boyo 9 Kelurahan/Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar, Muryani mengolah sampah-sampah plastik menjadi bernilai ekonomis.

“Prosesnya dipilih dulu sampah plastiknya, terutama yang bening atau tidak berwarna. Lalu dijemur sampai kering,” jelasnya.

Dengan kapasitas destilator 10 kg plastik, tambah dia, 60% disuling menjadi solar, 25% menjadi premium dan 15% disuling menjadi minyak tanah.

“Proses penyulingan dengan panas sekitar 200 derajat celcius membutuhkan waktu hingga 4 jam,” ucapnya.

Muryani menjelaskan setiap kali proses penyulingan, alat destilator bisa menghasilkan 6 liter solar, 2,5 liter premium dan 1,5 liter minyak tanah.

“Saya kasih nama BBM Plast, artinya bahan bakar minyak dari plastik,” terangnya.

BBM plast karya Muryani ternyata juga banyak diminati warga sekitar. Mungkin karena harganya lebih murah dan tidak berpengaruh pada kinerja mesin sepeda motor.

Seperti pengakuan Nur Ali, yang kerap mengisi sepeda motor maticnya dengan premium BBM Plast ini.

“Tidak pengaruh di mesin, tarikannya juga tetap enteng dan lebih murah ,” kata Ali.

Sementara untuk tiga jenis BBM Plast ini, Muryani mematok harga Rp 7 ribu per liter untuk premium, Rp 6.500 per liter untuk solar dan Rp 9.500 untuk minyak tanah.

Saat ini Muryani mengaku sedang mengurus hak paten untuk destilator buatannya. Selain menambah nilai ekonomis sampah plastik, mesin suling Muryani juga menjadi satu solusi mengatasi pencemaran lingkungan, akibat tidak terurainya limbah sampah plastik.

sumber : detik.com

Tags

Asep Marzuki

Seorang yang terus belajar karena rasa keingintahuan yang tingi, memegang teguh prinsip kehidupan padi, semakin berisi semakin rendah hati

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close